Wujud Bakti Anak Muda Balikpapan dalam Menginspirasi Negri

Sekelompok pemuda itu sedang merencanakan sebuah rute perjalanan. Ke sebuah Desa, dimana sebuah Sekolah Dasar kumuh berada di sekitarnya. Di antara pembicaraan tersebut, mereka juga merencanakan sebuah perjalanan ke sebuah tempat wisata alam yang masih asri. Di sesi selanjutnya, sang ketua pun memutuskan tempat yang akan mereka kunjungi.

Desa Tiwei namanya. Mereka adalah sekumpulan anak muda yang berkarya dalam sebuah komunitas yang bernama 1000 Guru Balikpapan. Mereka hanya sedikit dari sekian banyak anak muda Balikpapan yang turut berkontribusi untuk membangun negri berdasar interest mereka. Di sini, di komunitas ini, adalah muda-mudi yang peduli terhadap pendidikan Indonesia. Terutama di Balikpapan, kota yang sedang berkembang dimana belum semua anak di wilayah ini mengenyam pendidikan yang layak.

Di Desa Tiwei, ada sebuah Sekolah Dasar dengan bangunan yang memprihatinkan. Jika di setiap Sekolah Dasar umumnya memiliki 6 ruang kelas untuk murid kelas 1 hingga kelas 6, SD N 009 Tiwei ini hanya memiliki 4 ruang kelas dimana ada ruang kelas yang dibagi 2. Namun siapa sangka, minimnya fasilitas yang dimiliki tak menyurutkan niat murid-murid desa untuk mendapatkan ilmu pengetahuan untuk bekal masa depan.

Mereka tetap datang meski harus berbagi ruang kelas. Begitu pula dengan para Guru yang dengan sabar mengajari dan memastikan para penerus bangsa ini tak kekurangan ilmu pengetahuan. Para Guru pun menempati ruangan sederhana. Anak murid mereka tak pernah mengeluh dengan keadaan yang ada, pun sama dengan para Gurunya.

Komunitas 1000 Guru Balikpapan merupakan satu dari sekian banyak komunitas regional yang berada dalam satu payung yang sama, Komunitas 1000 Guru. Ini merupakan inspirasi 60 Tahun Astra, sebuah gerakan suka rela para manusia yang peduli akan pendidikan Indonesia. Mereka melakukan survey, membuat program, dan mendatangi Sekolah Dasar di daerah pinggiran. Dibawa pula para volunteer yang datang dari berbagai penjuru kota. Dengan uang donasi seadanya, mereka mengadakan program Teaching and Traveling di akhir pekan.

Di hari sabtu, para volunteer dan tim bergegas ke Sekolah Dasar yang telah ditunjuk, biasanya di daerah tertinggal. Mereka pun mengambil alih tugas guru di hari itu, memberikan pelajaran informal berupa permainan, kuis, dan pelajaran ringan yang mengasah motorik anak. Tujuannya sederhana, memberikan keceriaan ditengah kekurangan yang mereka miliki. Di hari berikutnya, acara Traveling bersama pun menjadi agenda penutup komunitas ini.
Sama halnya dengan Astra, komunitas ini pun memiliki tujuan mulia. Astra dengan Yayasan Pendidikan Astra, memfokuskan diri untuk berkontribusi bagi bangsa di bidang pendidikan. Yayasan ini memiliki visi untuk membantu sekolah dan siswa-siswi Indonesia di daerah pra-sejahtera agar tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Ini bukan tentang seberapa tinggi pendidikan Anda. Tapi tentang apa yang bisa Anda lakukan untuk pendidikan di Indonesia.

Rujukan:

  • http://seribuguru-balikpapan.blogspot.co.id/
  • https://www.astra.co.id/CSR/Foundation/MICHAEL-D-RUSLIM-ASTRA-EDUCATION-FOUNDATION-YPA-MDR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *